Pengusaha Ekspor Zona Ekonomi Eksklusif Berbatasan Dengan Filipina Diminta Bersaing Sehat dan Humanis

by -675 Views

mangunisuararakyat.com, Sangihe -Kepulauan Sangihe yang berbatasan langsung dengan Filipina masuk ke dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Wilayah ini melintasi Laut Sulawesi dan Filipina dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan bertani.

Salah satu warga Desa Petta, Sangihe, Emilion Satyatama Makameha mengaku terbantu dengan pekerjaan menjadi eksportir. Dari Dermaga Petta warga bisa membawa produk lokal menggunakan perahu ke Filipina.

“Masyarakat yang ekonominya di bawah sangat terbantu sekali, merasa antusias dengan pekerjaan yang diciptakan pihak pemilik,” jelas Emilion sebagaimana dilansir Metro TV news.com

Kisah Emilion yang dulunya menjadi penyelundup barang ilegal yang dia bawa masuk dari Filipina ke Indonesia dan kini melakukan aktivitas ekspor secara legal hingga menjadi pejuang devisa negara seakan menghentak Pemerintah untuk memberi perhatian lebih kepada Masyarakat perbatasan guna hidup selayaknya masyarakat kota.

Namun berkembang informasi, beberapa Pelaku Usaha Ekspor di Zona tersebut melakukan praktek persaingan yang tidak sehat bahkan tak humanis terhadap masyarakat sekitar.

Hal inilah yang membuat John Hes Sumual, Ketua Ormas Manguni Indonesia angkat bicara terkait persoalan ini.

” Area Nusa Utara yang berbatasan langsung dengan filipina terdapat zona Ekonomi Ekslusif yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha domestik, yang pasti berdampak pada bertambahnya devisa negara serta menaikkan taraf hidup masyarakat sekitar perbatasan dengan bertambahnya lapangan pekerjaan,” Ungkap Sumual.

Sumualpun mewarning agar para pelaku usaha di zona tersebut berlaku humanis terhadap masyarakat sekitar dan bersaing sehat.

Bersama beberapa rekan bisnisnya Hes Sumual merasa terpanggil untuk mendirikan Pusat Logistik Berikat (PLB) di pulau paling terluar di Wilayah Republik Indonesia sebagai tempat memajang berbagai produk unggulan indonesia sebagai komoditas eksport untuk di pasarkan ke luar negeri demi menambah devisa negara dan lapangan pekerjaan serta untuk mengairahkan perekonomian nasional.

” Kami sudah berkomunikasi langsung dengan pihak Bea Cukai Manado yang ternyata sangat mendukung pendirian Pusat Logistik Berikat(PLB) yang memang merupakan program dari pihak bea cukai yang sudah lama pula mereka rencanakan dan belum terealisasi,” kata Hes

Sementara itu Sumual berharap bagi pelaku usaha ekspor lainnya yang ingin menjalankan usaha dan berinvestasi di Sulawesi Utara agar mematuhi perundang-undangan yang berlaku serta menghormati kearifan lokal tidak bertindak lalim terhadap kompetitor lainnya serta bersaing secara sehat.

” Investasi seyogyanya menopang perekonomian masyarakat sekitar bukan malah memangsa dan menindas masyarakat sekitar kami selaku ormas yang bermitra dengan masyarakat wajib melindungi siapa saja yang ingin berinvestasi di Sulawesi Utara, namun jika kehadirannya hanya membuat kegaduhan dan berlaku licik serta merampas kehidupan masyarakat kecil di sekitar, sebaiknya silahkan angkat kaki dari bumi nyiur melambai,” tegas Hes Sumual. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.