Studi Banding, Bupati Maros Kunjungi PDAM Manado

by -628 Views

mangunisuararakyat.com, Manado – Bupati Kabupaten Maros Sulawesi Selatan, HAS Chaidir Syam berkunjung ke Kantor PDAM Manado , Jumat (10/8).

Kedatangan Bupati Maros disambut Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama Dirut PDAM Manado Meiky Taliwuna.

Kehadiran Bupati Maros dan Tim dalam rangka kunjungan kerja untuk melakukan studi banding terkait operasionalisasi PDAM Maros kedepan. Bupati Maros didampingi Kepala PTSP, Dirut dan pimpinan PDAM Maros, Dia mengatakan bahwa kunjungan mereka ingin bertukar informasi soal pengelolaan PDAM baik manajemen, adminisrasi, soal pengenaan tarif, pemanfaatan aset dan fasilitas.

Direktur PDAM Manado Meiky Taliwuna ketika mengawali pemaparannya memberikan penjelasan umum soal sejarah PDAM Manado.  Selanjutnya Taliwuna memberikan gambaran soal pelaksanaan kerjasama dengan Belanda, masalah-masalah yang dihadapi PDAM serta operasionalisasi PDAM saat ini.

Dirut menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan operasionalisasi PDAM Manado ikut menghadirkan pihak-pihak dan lembaga lainnya yang menjadikan kerja PDAM lebih baik, bersih dan profesional dan menjauhi penyalahgunaan wewenang dan angaran serta dana. Makanya PDAM Manado melibatkan BPKP, Inspektorat bahkan pihak Kejaksaan.

Selanjutnya Meiky Taliwuna,  yang memang seorang profesional dan punya kualitas kerja yang hebat ikut menggambarkan berbagai aturan yang melandasi kerja-kerja dan operasionalisasi PDAM. Tahapan Proses Kerjasama ikut dijelaskan Meiky termasuk kerja-kerja operasional dilapangan seperti kegiatan konstruksi, kegiatan operasi dan pemeliharaan. Ikut dipaparkan juga terkait analisis manfaat dan biaya terutama manfaat kerjasama yang sudah dan sedang dilakukan PDAM Manado.

Selain itu Dirut PDAM memaparkan tahapan pengadaan barang dan lain terutama proses pelelangan di PDAM Manado yang dilakukan secara transparan.

Lembaga yang terkait dilibatkan dalam proses lelang seperti Kejati Sulut, BPKP Provinsi, Pemerintah Kota Manado, PDAM selaku penanggungjawab proyek kerjasama (PJPK), badan usaha swasta, tim kerjasama dan panitia pengadaan.

Menjawab pertanyaan soal tarif dijelaskan, bahwa hal tersebut ditetapkan oleh Gubernur berdasarkan SK Gubernur, di Manado minimal 6.000 perkubik dan maksimal 15.000 per kubik.

” Proses harga ini yakni berdasarkan SK Gubernur dan selanjutkan dikeluarkan SK Wali Kota, “kata Dirut Meiky

Sementara itu Wali Kota Manado, Andrei Angouw ikut menggarisbawahi beberapa hal yang penting untuk dilakukan pemahaman bersama agar bisa dijadikan program demi pelayanan air bersih kepada masyarakat.

(Dayke)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.